-->

Pengertian diet yang salah kaprah


Apasih pengertian diet itu
Picture: pixabay

 Nutrisi diet berarti jumlah asupan makanan yang dikonsumsi setiap individu atau organisme tertentu. Jenis diet yang dilakukan tentunya berdasarkan latar belakang si pelaku. 

 Walaupun pada dasarnya manusia merupakan makhluk omnivora, yaitu pemakan semuanya, entah tumbuhan atau daging, saat program diet berlangsung ia akan menjadi makhluk herbivora, yaitu pengonsumsian sayuran atau lebih dikenal dengan vegetarian.

   Berbeda dengan orang Indonesia, kata diet pasti dikaitkan dengan penurunan berat badan. Oleh karena itu, mereka selalu membatasi makanan-makanan yang masuk ke dalam mulut.

 Apalagi makanan yang mengandung lemak, pasti akan dibiarkan utuh di meja hidangan tanpa tersentuh. 

 Sebenarnya diet tak hanya digunakan untuk menurunkan berat badan saja. Bagi atlet binaraga, diet justru digunakan untuk menambah berat badan dan membentuk otot-otot pada tubuh.

  Namun, dari awal sebagian banyak wanita mendefinisikan bahwa diet merupakan program untuk melangsingkan badan. Hal inilah yang membuat program diet menjadi salah kaprah dan kadang tak berhasil. 

 Prinsip diet menurunkan berat badan (BB) adalah bagaimana mengurangi asupan makanan tanpa mengganggu aktivitas dan metabolisme tubuh. Caranya dengan mengurangi total kalori asupan makan sehari-hari. 

 Dengan kalori (calories) yang sudah ditentukan untuk sehari, kemudian ditentukan untuk setiap kali makan. Idealnya dilakukan analisis asupan makan, yaitu makanan yang dimakan dihitung (counted) dan dievaluasi (evaluated). 

 Misalnya, pagi hari hanya minum susu, siang dan malam makan lengkap, tapi kenapa tubuh tetap gemuk? Kita cari salahnya di mana. 

  Ternyata, makan siangnya terlalu banyak. Nah, makan siang yang terlalu banyak ini harus dikurangi. Penyebab makan siang yang terlalu banyak bisa karena makan pagi terlalu sedikit, hanya minum susu, akibatnya akan lebih cepat lapar.

  Dalam hal ini, makan pagi bisa ditambah roti atau buah untuk mencegah kelaparan pada siang hari. Contoh lain: makan pagi, siang, dan malam bagus, makanan selingan bagus, tapi camilan di luar jadwal makan besar dan jadwal makan selingan terlalu banyak.

 Setelah dianalisis, yang dibuang camilannya saja, pasti BB turun. Jika yang dibuang makan pagi atau makan malamnya, pengorbanan yang dilakukan terlalu berat. 

 Apalagi jika makan pagi atau makan malam yang dihilangkan diganti dengan makanan kecil yang kalorinya tidak kecil, hasilnya ya sama saja, tidak akan menurunkan berat badan.

 Yang sering terjadi adalah seseorang akan senang jika berat badannya turun cepat tapi ia sendiri tidak tahu yang berkurang itu apa. Airnya? Lemaknya? Atau ototnya?.

 Yang diharapkan yang hilang adalah lemak, karena lemak merupakan bagian tubuh yang tidak ikut metabolisme, malah mengganggu metabolisme jika menumpuk (menimbulkan penyakit diabetes, kolesterol, dan lain-lain). 

  Kalau yang hilang atau turun massa otot justru akan lebih susah menurunkan berat badan karena metabolisme tubuh (basal metabolisme rate) akan makin kecil. 

 Kalau metabolisme (proses pembentukan energi) tubuh menurun, artinya kalori yang dibutuhkan juga menurun sehingga dengan asupan kalori yang rendah, kalori sudah mencukupi atau malah berlebih dari yang dibutuhkan. 

  Akibatnya, berat badan tidak turun lagi. Demikian yang terjadi jika otot (muscle) yang mengecil, bukan lemaknya yang hilang. 

  Jumlah massa otot (muscle mass) berkurang bisa karena asupan kalori yang terlalu rendah, suplai protein tidak cukup, atau aktivitas fisik yang rendah. 

 Berbeda jika yang turun adalah massa lemak (fat mass), sementara massa otot (muscle mass) membesar. Jika ini yang terjadi, maka berat badan akan mudah untuk terus turun.

0 Response to "Pengertian diet yang salah kaprah"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel