-->

6 Macam Mitos Diet dan Kebenarannya


  Banyak yang mengatakan bahwa diet itu harus begini, begitu, banyak aturan yang membelit si pelaku diet. Banyak juga yang masih percaya dengan mitos-mitos diet

Misalnya saja, makan pada malam hari akan membuat seseorang menjadi melar atau bertambah gemuk. Sampai sekarang hal itu masih saja terus dipercaya. 

Padahal telah banyak klarifikasi yang diberikan dokter ahli gizi tentang mitos diet yang beredar. Berikut beberapa mitos diet yang ada di masyarakat: 

1. Menahan lapar akan membuat seseorang langsing lebih cepat 

Lapar merupakan keadaan alamiah yang dialami oleh setiap makhluk. Jadi, mengapa Anda harus menahan lapar yang semestinya tak harus Anda tahan.

 Dengan menahan lapar sama saja Anda menyiksa diri Anda sendiri. Bukankah di luar sana masih banyak orang yang kelaparan dan tak mampu membeli makanan untuk mengganjal perut. 

Dalam program diet menahan lapar tidaklah dianjurkan. Apa Anda berpikir dengan menahan lapar, berat badan Anda akan turun beberapa kilogram dan Anda akan menjadi langsing dengan cepat. Kalau iya, Anda salah besar!.

Selain menyiksa diri, menahan lapar juga akan memicu penyakit maag menghiasi kehidupan Anda. Lebih baik Anda tetap makan di saat Anda lapar, dan jangan lupa, Anda harus memerhatikan jenis makanan yang Anda makan dan kandungan yang ada di dalamnya.

2. Melewatkan sarapan adalah salah satu cara untuk berdiet 

Berpikir untuk memasukkan tidak sarapan dalam program diet adalah hal yang konyol. Dari mana tubuh Anda akan mendapatkan tenaga untuk berpikir, bekerja, dan beraktivitas. 

Kita umpamakan bahwa diri kita merupakan motor yang membutuhkan bensin untuk dapat berjalan. Jika bensin habis maka pengendara wajib mengisi. 

Karena, bila tidak segera diisi mesin motor akan rusak, atau kendala awal adalah motor Anda berhenti di tengan jalan. Sama halnya dengan sarapan. Sarapan adalah kegiatan kita untuk mengisi bahan bakar di dalam tubuh.

 Tanpa sarapan, otak Anda, sistem saraf Anda, dan sebagainya tak akan memiliki tenaga untuk memulai aktivitas. Mungkin di saat jam-jam pertama Anda masih bisa beraktivitas karena masih ada cadangan energi yang diambil di dalam otot.

 Namun, jika itu habis, habislah tenaga Anda dan Anda akan "mandeg (berhenti)" untuk melakukan aktivitas. Sebenarnya yang benar adalah Anda harus tetap sarapan meskipun dengan porsi yang tidak terlalu banyak.

 Sarapan tidak akan membuat Anda menjadi gemuk karena semua yang masuk ke dalam tubuh diolah menjadi energi.

3. Tidak makan malam akan lebih baik untuk pelaku diet

 Banyak yang mengatakan bahwa makan malam atau makan di atas jam 06.00 akan membuat tubuh menjadi melar atau gemuk. Entah itu hanya sebuah mitos atau memang nyata, namun banyak juga orang yang masuk di dalam komoditas dilarang makan malam.

 Lalu, jika Anda diajak dinner dengan pasangan, apakah Anda hanya akan memesan segelas air putih, es teh, es jeruk, dan sebagainya? Jika iya, Anda termasuk orang yang merugi. Mengapa demikian? Jarang kan makan gratis.

 Di dalam diet, makan malam tentu saja diperbolehkan, asal dengan menu yang benar dan porsi yang cukup (tidak berlebihan). Karena di saat Anda beristirahat atau tidur, tubuh membutuhkan protein untuk tumbuh. Apalagi bagi Anda yang masih remaja dan masih bisa tumbuh.

4. Tidak makan setelah olahraga akan mengurangi lemak di dalam tubuh

 Pada prinsipnya olahraga merupakan kegiatan yang ditujukan untuk menghancurkan lemak di dalam tubuh dan menjadikan tubuh sehat. Namun, kebanyakan orang beranggapan, setelah olahraga dianjurkan tidak makan sesuatu karena jika makan, maka sia-sialah olahraga yang dilakukan.

 Mereka, atau mungkin Anda, beranggapan bahwa dengan makan sesudah olahraga akan mengembalikan lemak-lemak yang sudah dihancurkan. Kendati itu masuk akal, tapi tidak benar.

 Yang benar adalah tubuh Anda membutuhkan makanan untuk menggantikan yang sudah "dihancurkan" tadi. Jadi, Anda tak perlu khawatir atau berpikir bahwa lemak akan memenuhi tubuh Anda kembali. Makanlah setelah 15 menit selesai berolahraga, bukan tidak makan sama sekali.

5. Menetapkan cheat day akan lebih memudahkan seseorang untuk berdiet 

 Mungkin banyak dari orang-orang yang lagi berdiet menetapkan satu hari makan bebas. Pokok utama diet adalah pembentukan pola makan sehat, andaikan seseorang mematok 6 hari diet (sengsara) dan satu hari bebas, hal ini dapat mengakibatkan orang tersebut kembali ke pola makannva yang buruk, dampaknya tentu saja gagal berdiet.

 Masih banyak mitos lainnya yang tidak bisa penulis tuliskan di dalam blog ini. Namun, alangkah baiknya jika Anda mengkaji mitos-mitos yang sudah ada daripada Anda langsung memercayainya.

Kebenaran Mitos dan Fakta

1. Mitos : Makan setelah jam 8 malam menyebabkan kenaikan berat badan.

Fakta  :  Tidak masalah jam berapa kali Anda makan. Apa dan berapa banyak yang Anda makan serta berapa banyak aktivitas fisik yang Anda lakukan sepanjang hari yang menentukan, penurunan, atau penjagaan keseimbangan berat badan Anda. Tidak masalah kapan pun Anda makan, tubuh Anda akan menyimpan kalori ekstra sebagai lemak.

2. Mitos : Angkat beban tidak bagus untuk menurunkan berat badan karena akan membuat tubuh Anda bertambah besar.

Fakta : Mengangkat beban atau melakukan aktivitas yang menguatkan seperti push-up atau latihan lain pada dasarnya membantu mempertahankan dan menununkan berat badan.

  Aktivitas ini membantu membangun otot, dan melatih lebih banyak kalori dari pada lemak tubuh. Jadi, jika Anda lebih berotot, Anda bisa menghabiskan lebih banyak kalori, bahkan saat Anda duduk diam.

3. Mitos : Kacang-kacangan membuat gemuk dan sebaiknya dihindari jika Anda ingin menurunkan berat badan.

Fakta : Kacang bisa menjadi bagian program penurunan berat badan jika dikonsumsi dalam porsi kecil Kacang kaya akan lemak dan kalori Namun, sebagian besar kacang kacangan mengandung lemak sehat yang tidak menyumbat arteri Kacang-kacangan juga merupakan sumber protein yang bagus, serat dan mineral termasuk magnesium dan tembaga.

4. Mitos : Mengonsumsi daging merah tidak baik untuk kesehatan dan membuat Anda semakin susah menurunkan berat badan.

Fakta : Mengonsumsi daging tanpa lemak dalam porsi kecil bisa menjadi bagian dari program penurunan berat badan. Daging merah, ayam, dan ikan mengandung beberapa kolesterol dan lemak jenuh (lemak yang paling tidak sehat). Selain itu daging ini juga mengandung nutrisi sehat seperti protein, besi, dan seng.

5. Mitos : Rendak lemak atau tanpa lemak berarti tanpa kalori.

Fakta : Makanan rendah lemak atau tanpa lemak biasanya mengandung kalori yang lebih rendah dibandingkan dengan produk dengan kadar lemak biasanya. Tetapi, banyak juga makanan siap saji yang rendah lemak atau tanpa lemak yang mengandung jumlah kalori yang sama dengan makanan biasa atau bahkan mengandung kalori yang lebih tinggi. Makanan ini bisa saja mengandung gula tambahan, tepung atau kanji untuk memperkaya rasa dan memperbaiki tekstur setelah lemak diangkat. Kandungan ini menambah jumlah kalori.

6. Mitos : Menjadi vegetarian berarti pasti menurunkan berat badan dan menjadi lebih sehat.

Fakta : Penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang menjalani pola makan vegetarian, mengonsumsi lebih sedikit kalori dan lemak dibandingkan dengan mereka yang non-vegetarian. Mereka juga cenderung mempunyai berat dan tinggi badan yang lebih rendah daripada non-vegetarian. Melakukan pola makan vegetarian dengan makanan yang mengandung sedikit lemak bisa membantu menurunkan berat badan. Tetapi, vegetarian, seperti non-vegetarian, bisa memilih makanan yang berkontribusi dalam menambah berat badan, seperti mengonsumsi makanan berlemak tinggi, makanan berkalori tinggi atau makanan dengan sedikit atau tanpa nutrisi.

 Diet vegetarian sebaiknya direncanakan sebaik diet non-vegetarian agar bisa seimbang. Nutrisi yang biasanya didapat oleh para non-vegetarian dari hewan tetapi tidak selalu didapat oleh para vegetarian adalah besi, kalsium, vitamin D, vitamin B12, seng, dan protein.

0 Response to "6 Macam Mitos Diet dan Kebenarannya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel