-->

Cara Hambat Perkembangbiakan Kucing

Membatasi Kelahiran
 Perkembangbiakan kucing lokal pada umum- nya sangat cepat. Musim kawin pertama (estrus) kucing lokal antara umur 5-10 bulan. Sementara kucing bangsa Persian, musim kawin pertamanya agak lama, yaitu antara 16 - 20 bulan. Kucing bisa mengalami estrus 2 - 4 kali dalam setahun. Masa produktif kucing adalah 6 8 tahun.

 Sekarang coba kita menghitung secara kasar. Selama usia produktif, kucing betina bisa mengalami estrus sebanyak 32 kali. Jika setiap estrus kucing itu dikawinkan dan setiap induk bisa melahirkan 4 ekor maka selama 32 kali itu akan diperoleh 128 ekor anak kucing selama 8 tahun.

Bagaimana kalau ada 10 ekor betina? Di samping itu anak kucing betina yang dilahirkan akan mulai kawin pada usia 6 bulan. Jadi, kalau dibiarkan maka kucing-kucing yang tadinya lucu dan disayang akan berubah menjadi hama rumah. 

Keberadaan kucing dalam jumlah banyak bahkan akan mencemari lingkungan dengan penyakit zoonosis seperti rabies, toxoplasneosis, dan cacing. Oleh karena itu, kita harus bertanggung jawab untuk mengendalikan populasinya. Banyak cara untuk mengendalikan populasi hewan. 

Namun, cara yang paling tepat hanyalah lewat operasi sterilisasi. Semua dokter hewan pasti bisa melakukan operasi sterilisasi pada kucing betina maupun jantan. Tetapi, operasi ini membutuhkan biaya yang cukup banyak.

 Cara yang bisa dilakukan adalah dengan memasang hormon implantin yang dipasang di bawah kulit bagian pinggang. Cara ini lebih mudah dilakukan pada kucing betina dan biayanya pun lebih murah.

 Operasi sterilisas
 Mungkinkah seekor kucing yang sudah dis- terilisasi mengalami birahi dan ingin kawin?
 Operasi sterilisasi ada dua macam yaitu operasi hysterectomy dan ovariohysterectomy.

1. Hysterectomy merupakan operasi sterilisasi pada hewan betina dengan hanya memotong atau membuang uterusnya saja. Sedangkan indung telur (ovari) masih tertinggal di dalam.

 Jika hal ini yang dilakukan, maka kedua ovari masih berfungsi secara berkala dalam menghasilkan sel telur masak, hormon estrogen, dan progesteron. Hormon-hormon ini bisa menimbulkan masa birahi dan ingin kawin walaupun pembuahan tidak mungkin terjadi karena uterusnya sudah diambil.

2. ariohysterectomy merupakan operasi sterilisasi dengan memotong atau mengangkat uterus maupun ovarinya. Jika cara ini yang dilakukan maka kucing tidak akan birahi dan tidak mempunyai keinginan untuk mencari pasangan kawin. 

Pada waktu melakukan operasi, kadang- kadang ada sebagian jaringan ovari yang tertinggal Jaringan yang tertinggal ini masih bisa berfungsi menghasilkan hormon yang bisa merangsang timbulnya birahi.

 Selain itu, birahi masih bisa terjadi meskipun sudah dilakukan operasi karena kucing memiliki instink prokreasi, yaitu instink untuk menjalankan kegiatan berkembang biak.

 Dan, sebelum operasi dalam peredaran darahnya, sudah ada hormon estrogen dan progesteron yang akan mendorong terjadinya kondisi birahi.

Masa birahi dan sterilisasi

 Segala sesuatu yang menyangkut biologi, dalilnya tidak mutlak seperti matematika. Menurut teori, kucing yang sudah disterilisasi seharusnya tidak akan memperlihatkan gejala-gejala birahi lagi. Tetapi, pasti ada saja penyimpangan atau pe- ngecualian.

Penyimpangan atau pengecualian ini kemungkinan disebabkan karena operasi yang dilakukan hanya pemotongan uterusnya saja sehingga ovarinya masih berfungsi. Pada siklus tertentu ovari akan menghasilkan telur atau ovum yang disertai produksi hormon sehingga kucing akan menm perlihatkan tanda-tanda birahi. 

Kemungkinan lain bisa terjadi, ketika dioperasi, uterus dan kedua ovarinya memang diangkat, tetapi masih ada sebagian jaringan ovari yang tertinggal. Karena hormon merupakan produk kelenjar buntu, maka jaringan ovari yang tertinggal tersebut purn masih berfungsi menghasilkan hormon seksual.

 Jika operasi baru dilakukan maka biasanya masih ada sisa hormon dalam peredaran darahnya sehingga pada masa birahi berikutnya masih berpengaruh Kemungkinan terakhir adalah kucing menderita bunting palsu (false pregmacy) yang disebabkan oleh ketidakseimbangan hormonal.


Masa birahi, subur, dan bunting

 Kucing mulai dewasa kelamin pada usia 5 - 9 bulan, kecuali kucing dari bangsa Persian vang umumnya baru mengalami dewasa kelamin pada usia sekitar 18 bulan Masa birahi kucing betina berjalan antara 2-3 minggu. Hal ini biasanya akan terjadi berulang 2-4 kali setahun.

 Sementara, musim kawin kucing biasanya terjadi pada bulan Januari dan Juni. Namun, ini bukan sebagai patokan karena sekarang musim kawin sudah bervariasi akibat gizi, pemeliharaan, lingkungan, dan perlakuan manusia pada kucing. Jika terjadi perkawinan maka kucing betina akan mengalami bunting.

 Masa buntingnya berlangsung selama 56-65 hari yang bisa melahirkan 2-6 ekor anak dalam kelahiran yang sama. Masa subur kucing betina rata-rata sampai berusia 8 tahun bahkan ada yang sampai berusia 10 tahun jika gizi terjamin dan pemeliharaan baik. Kesempatan hidup pada kucing bisa mencapai 15-20 tahun.

0 Response to "Cara Hambat Perkembangbiakan Kucing"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel