Makanan dan Asupan Gizi Si Kucing

Makanan dan vitamin
 Vitamin merupakan bahan yang meskipun dibutuhkan dalam jumlah sedikit, namun sangat penting sebagai pemicu proses pembakaran zat (metabolisme) dalam sel-sel tubuh. Semua makhluk hidup memerlukan vitamin. Untuk hewan, yang berbeda hanyalah jenis dan jumlah kebutuhan vitamin berdasarkan kondisi hewan tersebut seperti bunting, menyusui, stres, dan sebagainya.

 Vitamin terdiri dari dua golongan, yaitu vitamin yang larut dalam air (vitamin B kompleks dan C) dan vitamin yang larut dalam lemak atau minyak (vitamin A, D, E, dan K).

Saat ini ada banyak pabrik pembuat makanan untuk hewan. Di labelnya biasa tertera komposisi bahan penyusunnya. Bila susunan nutrisinya berimbang sesuai umur kucing, tentunya kita tidak perlu menambahkan bahan lain ke dalam makanan tersebut.

 Bila makanan tersebut kering atau berupa pellet, maka perlu ditambahkan golongan vitamin yang larut dalam air seperti vitamin B kompleks dan vitamin C. Beberapa peneliti kesehatan hewan berpendapat bahwa meskipun tubuh kucing dapat menyintesis vitamin C, tetapi vitamin C itu tidak dapat disimpan sebagai persediaan di dalam tubuh nya sehingga vitamin C tetap perlu ditambahkan.

 Selain itu, untuk keperluan vitamin bagi kucing, kita dapat memberikan tablet multivitamin yang biasa digunakan untuk manusia (bisa dibeli di apotik). Namun, jika kita mau berusaha men- carinya, saat ini sudah ada vitamin yang dibuat khusus untuk keperluan hewan.

 Sebaiknya kucing diberi makanan dengan nutrisi berimbang yang dibuat oleh pabrik makanan hewan terpercaya. Dengan cara ini, kita tidak perlu menambahkan bahan lain ke dalam makanan kucing, kecuali bila kucing sedang sakit atau stres.

 Makanan kucing sebaiknya yang berkualitas tinggi dan dibuat dari bahan-bahan mudah dicerna dan diserap oleh tubuh. Jumlahnya sudah dihitung sehingga kotoran atau feses tidak begitu berbau tajam dan jumlahnya tidak banyak.

 Untuk memberikan susunan menu dan porsi makanan, kita seyogyanya mengetahui kondisi kucing. Bila kondisi tubuhnya kompak, lincah, ekspresi segar, kulit lentur, serta bulu mengkilat dan tidak rontok, maka kucing tersebut dalam kondisi sehat sehingga tidak perlu diberi makanan tambahan, cukup makanan yang pokok (biasanya) saja.

Kelebihan lemak susu
 Kucing merupakan hewan yang membutuhkan energi sangat tinggi. Sementara, lemak merupakan sumber energi yang padat jika dibandingkan dengan karbohidrat. Secara normal, kucing dewasa (berusia di atas 5 tahun) memerlukan sekitar 90 kalori per hari untuk setiap kilogram berat badannya. 

 Proses penimbunan lemak atau kolesterol pada dinding pembuluh darah kucing tidak menimbulkan masalah. Untuk itu, kucing peliharaan bisa diberi susu penuh (full cream) karena kadar lemak susu penuh sapi tidak terlalu tinggi, hanya 2,8 -3,5 saja. 

 Untuk kucing yang terlalu sering minum susu dan menolak minuman lainnya, sebaiknya konsumsi protein dan lemak yang berasal dari makanannya dikurangi. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga agar fungsi ginjal tidak terlalu berat dalam menyaring produk-produk pertukaran zat (metabolisme) protein dan lemak dari makanan.

Makanan kaleng
 Semua makhluk hidup mengalami proses penuaan pada semua organ dan jaringan tubuh.Untuk itu, jika kucing telah tua sebaiknya dikurangi bahan makanan yang bisa menimbulkan alergi. Kucing yang alergi biasanya ditandai dengan diare, muntah, gatal di seluruh tubuh, dan lain-lain.

 Makanan kaleng yang basah biasanya lebih "berat" karena sudah ditambahi bahan-bahan pengawet, pewarna, bumbu-bumbu atau zat aditif lainnya. Untuk itu, makanan kaleng bisa memunculkan reaksi alergi bagi kucing tertentu yang tidak tahan. Bagi kucing yang kuat, makanan kaleng basah lebih menggairahkan dibandingkan dengan makanan kaleng kering. Ini disebabkan dari segi rasa, makanan kaleng basah lebih terasa enak 

 Namun, bagi kucing yang tidak kuat dengan makanan kaleng basah, maka sebaiknya kucing dibiasakan menyantap makanan kaleng kering yang relatif lebih aman dan sedikit risiko.

 Kucing yang elergi pada makanan basah bisa juga diatasi dengan cara sedikit demi sedikit mengubah perilaku makannya. Caranya, dengan memberikan makanan diet sesuai resep dokter yang berkode C/D (Feline C/D) 

 Makanan ini berenergi tinggi karena mudah dicerna dengan kadar Mg dan P rendah. Pemberiannya dalam porsi kecil dengan frekuensi 3-6 kali sehari. Makanan kode C/D ini akan memperbaiki fungsi alat pencernaan.

Keseimbangan Gizi
 Kucing peliharaan sebenarnya boleh makan apa saja asal gizinya seimbang dan kebutuhannya didasarkan pada berat badan, umur, dan kondisi individualnya seperti sedang mengandung, me- nyusui, aktif, pemulihan kesehatan setelah sakit, dan sebagainya.

 Jika kucing suka menyantap sayuran dan buah- buahan, maka tidak akan menyebabkan gangguan alat pencernaan. Sementara itu, pellet yang gizinya seimbang akan menghasilkan feses sedikit dan tidak begitu menyengat dibandingkan jika kucing diberi makanan berupa daging.

 Adapun, minyak jelantah merupakan salah satu minyak sayur yang kaya vitamin A, D, E, K (vitamin yang larut dalam minyak). Vitamin-vitamin ini sangat penting bagi kesehatan tubuh kucing, termasuk kesehatan kulit dan bulu.

Untuk kesehatan kulit dan bulu kucing juga diperlukan mineral dalam jumlah yang cukup. Mineral yang dimaksudkan adalah zat besi (Fe), magnesium (Mg), seng (Zn), kalsium (Ca), fosfor (P), dan sorbitol.

 Untuk itu, sewaktu-waktu perlu menambah- kan vitamin dan mineral, meskipun menggunakan makanan pabrik bagi kucing kita. Memang, ma- kanan pabrik dikatakan sudah lengkap zat nutrisi- nya. Namun demikian, akibat pengaruh lamanya transportasi (karena diimpor) ataupun lamanya di gudang penyimpanan, maka kualitas vitamin dan mineralnya sudah berubah.

0 Response to "Makanan dan Asupan Gizi Si Kucing"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel