Pengobatan alternatif Akupuntur

Akupunktur??
 Keberadaan akupunktur dalam pengobatan dan perawatan tubuh memang sudah tidak diragukan lagi. Meskipun beberapa orang masih takut untuk mencobanya, akupunktur, atau yang juga dikenal tusuk jarum ini, menjadi tren alternatif yang digemari.

 Menurut pakar pengobatan tradisional, Hembing, usia pengobatan akupunktur sudah ribuan tahun. Dalam buku An Outline of Chinese Acupunture disebutkan jika tusuk jarum sudah ada sejak zaman batu. Metode tertua akupunktur disebut bian, yang diartikan sebagai penggunaan batu untuk menyembuhkan penyakit. Prinsip pengobatannya merangsang titik-titik tertentu di tubuh manusia.

 Akupunktur mempunyai beberapa versi, yaitu akupresur (titik-titik akupunktur dipijit), moksibasi (dengan pembakaran atau moksa), dan aquapuncture (menggunakan suntikan air).

 Setelah memakai batu, orang China menciptakan jarum halus dari bambu atau tulang. Setelah itu, dibuat jarum dari emas dan perak. Sekarang, jarum yang digunakan untuk akupunktur terbuat dari baja antikarat (stainless steel) tipis. Menurut Hembing, kerja terapi ini melalui beberapa tahap. Untuk tahap awal, biasanya dilakukan pembuangan racun dalam tubuh.

Namun, bagaimana cara kerja akupunktur pada tingkat sel, secara pasti belum diketahui. Tidak heran jika pengobatan ini sering dianggap berlawanan dengan medis. Namun akhirnya, para peneliti menemukan jawabannya.

 Para peneliti dari University of Michigan membuktikan bahwa teknik akupuntur yang sudah lama digunakan orang-orang China adalah dengan memengaruhi kemampuan jangka panjang otak untuk mengatur rasa sakit. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan alat pemantau otak.

 Sebuah studi yang muncul dalam Journal of Neurolmage pun menyebutkan hal senada dengan penelitian yang dilakukan dari University of Michigan. Dalam jurnal itu disebutkan bahwa teknik yang digunakan akupunktur selama ini ternyata dengan cara meningkatkan kemampuan Mu-Opoid Receptors (MOR) pada bagian otak dan mengurangi sinyal sakit, yang terdapat spesifik pada kelenjar-kelenjar cingulate, insula, caudate, thalamus, dan amygdala.

 Ternyata, para ahli melihat fakta yang sama pada pemakaian obat-obatan dalam dunia medis, yaitu obat-obatan penghilang rasa sakit, seperti morfin, kokain, dan lainnya ternyata juga bekerja dengan mengikat reseptor tersebut (MOR) pada bagian otak serta tulang belakang. Jadi, kesimpulannya adalah bahwa teknik akupunktur memang termasuk pengobatan alternatif yang tidak menggunakan obat-obatan, namun ternyata, mempunyai cara kerja yang hampir mirip dengan pengobatan medis. Hasil penelitian ini seharusnya mampu membuka mata dan hati para praktisi kesehatan untuk tidak meremehkan pengobatan dengan teknik akupunktur.

 Bagaimana dengan jarum yang dipakai? Apakah sama ukurannya dengan jarum suntik yang digunakan dokter untuk menyuntik pasien-pasiennya? Pada dasarnya, jarum yang digunakan dalam akupunktur sangatlah bervariasi. Untuk daerah- daerah muka, digunakan jarum ukuran 0,25 mm. Sedangkan, di daerah punggung dan kaki digunakan jarum yang lebih besar. Lama penusukan rata-rata sekitar 15 menit.

 Sebenarnya, akupunktur menganut filosofi yang amat berbeda dengan pengobatan konvensional. Menurut teori Traditional Chinese Medicine (TCM), semua orang memiliki qi, yaitu energi atau kekuatan hidup yang mengalir dalam tubuh. Kesehatan tubuh tergantung pada aliran qi yang lancar dan seimbang melalui serangkaian saluran (alur meridian) yang berada di bawah kulit.

 Sedangkan, sakit disebabkan karena terlalu banyak, terlalu sedikit, atau terhambatnya qi tersebut. Dengan menusukkan jarum-jarum halus ke titik-titik spesifik pada meridian, dipercaya dapat menstimulasi respons penyembuhan oleh tubuh dan membantu mengembalikan keseimbangan naturalnya.

 Alur meridian berjumlah banyak. Akan tetapi, yang utama adalah 14 jalur dengan 361 titik akupunktur yang disebut saluran reguler. Ada juga 8 jalur meridian lain yang disebut saluran ekstra. Di kedua saluran inilah banyak terdapat titik yang berhubungan dengan organ-organ penting manusia.

 Secara umum, akupunktur dipercaya memberikan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, antara lain:

1. Mengurangi nyeri akibat beberapa penyakit, seperti sakit kepala kronis maupun nyeri yang biasa terjadi usai operasi di kepala, kanker leher, nyeri saat haid, nyeri hamil, rasa sakit pada gejala menopause, juga mengurangi efek kemoterapi seperti mual.

 Hal ini berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan para ilmuwan dari Universitas Duke yang dikepalai Dr. Tong Joo Gan. Penelitian tersebut melibatkan nyaris 4.000 pasien dengan gangguan migrain, tegang di kepala, dan beragam bentuk gangguan sakit kepala lain.

 Dalam penelitian tersebut, terbukti jika penggunaan akupunktur untuk mengurangi nyeri kepala kronis 62 persen lebih efektif dibandingkan dengan obat yang hanya mampu mengurangi nyeri kepala hingga 45 persen.

2. Teknik akupunktur mampu meningkatkan kesuburan, baik pada pria maupun wanita.

 Berdasarkan poling dari 1.366 perempuan di AS, Jerman, Australia, dan Denmark, akupunktur ternyata membantu mencampurkan sperma dan sel telur menjadi embrio dalam rahim.

 Pada penelitian ini, sebagian wanita mendapatkan terapi in vitro fertilization (IVF), sebagian lagi perpaduan antara IVF dan akupunktur sehari sebelum transfer embrio. Ketika hasil penelitian kecil ini disatukan, para peneliti menemukan bahwa hambatan terhadap kehamilan 65 persen menghilang pada wanita yang menjalani akupunktur.

 Namun, para ahli mengingatkan, hasil penelitian itu tidak sepenuhnya bisa dijadikan kesimpulan bahwa akupunktur memang benar-benar bisa membantu kesuburan. Teknik IVF membantu kehamilan sekitar 35 persen, ditambah akupunktur, peluang kehamilan menjadi 45 persen.

3. Dapat menghaluskan kulit
 Akupunktur tidak hanya dimanfaatkan dalam dunia pengobatan, tetapi juga untuk kecantikan yang biasa diistilahkan akupunktur estetik medik. Secara medik, penusukan titik akupunktur akan merangsang sistem persarafan sehingga menimbulkan reaksi setempat (peredaran darah meningkat, produksi kolagen bertambah, dan lain-lain), reaksi melalui jalur saraf tepi maupun saraf pusat dan reaksi pelepasan zat-zat neurohumoral. 

 Beberapa pengobatan atau perawatan yang bisa dilakukan akupunktur estetik medik antara lain mengencangkan kulit, minimizes or mengurangi garis-garis atau keriput di wajah, menghilangkan kantong mata dan lingkaran hitam di bawah mata, mencerahkan kulit, mengecilkan pori-pori, meningkatkan aliran darah ke kulit, dan masih banyak lagi yang lainnya. 

4. Melangsingkan tubuh
 Doctor of Acupuncture dari Rhode Island, Amerika Serikat dalam bukunya yang berjudul The Mechanism of Weight Loosing by Acupuncture mengatakan bahwa menurunkan berat badan tidaklah semata-mata hanya membakar lemak dalam tubuh, tetapi juga mengatur pola makan.

 Lapar dan haus yang kita rasakan pada dasarnya berasal dari otak, tepatnya di thalamus (bagian terbesar dari batang otak paling atas yang membentuk dinding samping ventrikel ketiga) dan hipothalamus (bagian dasar batang otak paling atas, berada di bawah thalamus). Nah, dengan menusukkan jarum akupunktur pada alur meridian yang tersambung dengan thalamus, keinginan untuk makan bisa dikendalikan.

 Nah, bagaimana? Anda mulai tertarik dengan teknik akupunktur? Tidak ada salahnya jika Anda ingin mencobanya.

0 Response to "Pengobatan alternatif Akupuntur"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel