-->

Aroma terapi pengobatan alternatif

    Aroma Terapi?

  Jika Anda tidak alergi terhadap aroma atau wewangian, teknik terapi yang satu ini mungkin sangat cocok untuk Anda coba. Aroma terapi didasarkan pada penggunaan konsentrat minyak esensial yang diekstraksi dari tanaman untuk meredakan gejala- gejala penyakit dan menjaga kesehatan. Aroma terapi bertujuan untuk memengaruhi suasana hati atau kesehatan seseorang, yang sering digabungkan dengan praktik pengobatan alternatif.



  Pengobatan dengan menggunakan aroma terapi sebenarnya sudah dikembangkan sejak abad ke-7 M. Sedangkan, dunia Barat baru mengenal dan mengembangkannya pada awal abad ke-20 M. Sebelum kimiawan berkebangsaan Prancis, Rene-Maurice Gattefosse, memperkenalkan aroma terapi di Eropa pada 1920- an, para dokter dan kimiawan Muslim, seperti Al-Kindi, Jabir Ibnu Hayyan, serta Ibnu Sina telah mengembangkan metode pengobatan ini pada abad ke-7 M.

  Sejarawan sains Barat, Marlene Ericksen, dalam karyanya bertajuk Healing with Aromatherapy, mengakui bahwa peradaban Islam sebagai pelopor dan perintis aroma terapi modern. Menurut Ericksen, penyulingan uap air pertama kali ditemukan dokter Muslim bernama Ibnu Sina (980 M-1037 M).

  Sejatinya, peradaban manusia telah mengenal aroma terapi sejak 6.000 tahun silam. Namun, di tangan kimiawan dan dokter Muslim di era kekhalifahan, teknologi pembuatan minyak esensial dan pengobatan dengan aroma terapi berkembang sangat pesat. Pada abad ke-13 M, seorang dokter Muslim bernama Al-Samarqandi juga mengembangkan pengobatan dengan wewangian atau aroma. Dalam risalah yang ditulisnya, ia membahas aneka aroma terapi berupa mandi aromatik, bubuk aroma terapi, dan uap panas dengan wewangian dari aneka bunga-bunga. AI-Samarqandi melakukan aroma terapi untuk menyembuhkan infeksi telinga dan sinus.

 Beberapa penelitian menunjukkan bahwa aroma terapi dapat membantu mengatasi kecemasan dan memperbaiki kesehatan. Hal ini disebabkan karena adanya kemungkinan efek minyak esensial tertentu dari kandungan zat kimianya. Minyak esensial sebenarnya bukan minyak, melainkan sari bahan wewangian yang sudah menguap, yang terdiri atas zat-zat kimia tertentu yang dikenal sebagai terpene.

 Bahan tersebut bisa didapat dari banyak tanaman obat dan makanan dan biasanya diperoleh dengan penyulingan uap. Bahan itu ditemukan pada bunga, daun, akar rumput, kulit, damar, dan kulit kayu. Minyak esensial diserap melalui kulit dan mulai bekerja dalam 20 menit. Hanya bagian-bagian tanaman yang mudah menguap dan wangi yang terkandung dalam minyak esensial sehingga minyak ini tidak bisa berfungsi lama sebagai obat herbal yang mengandung seluruh bagian tanaman.

 Minyak esensial berbau sangat pekat dan bisa amat beracun sehingga Anda perlu hati-hati dalam menggunakannya. Minyak ini biasanya diencerkan dengan minyak sayur, seperti minyak almon atau minyak biji anggur dan hampir tidak pernah digunakan secara internal atau diencerkan di kulit.

 Sebelum menggunakannya, sebaiknya tanyakan terlebih dahulu kepada terapis profesional atau dokter sebelum memakai minyak esensial jika Anda hamil atau menyusui. Beberapa minyak esensial tidak boleh dipakai selama hamil dan beberapa bisa masuk dalam ASI. Minyak esensial dari sitrus, seperti lemon, jeruk, dan bergamot dapat menyebabkan kulit terbakar karena bereaksi terhadap sinar ultraviolet dan banyak minyak esensial dapat memperparah masalah kulit.

 Bagaimana aroma terapi bekerja? Saraf penciuman (nervus olfaktorius) adalah satu-satunya saluran yang terbuka menuju otak. Melalui saraf ini, aroma tersebut akan mengalir ke bagian yang melingkari otak sehingga mampu memicu memori terpendam dan memengaruhi tingkah laku emosional yang bersangkutan.

 Hal ini bisa terjadi karena aroma tersebut menyentuh langsung pusat emosi dan kemudian bertugas menyeimbangkan kondisi emosional. Penerapan terapi ini pun amat sederhana dan mudah. Beberapa cara bisa dipilih sesuai selera. Mereka yang tidak mau bersusah payah, cukup hanya dengan menghirup langsung aroma minyak murni melalui hidung. Dengan demikian, aroma minyak murni tersebut terbawa ke saraf penciuman.

 Pengertian aroma atau bau ini memang sulit dipahami. Namun, perilakunya amat spesifik dan berbeda dengan tipe stimulasi sensorik jenis lain. Yang jelas, bau atau aroma seperti halnya setiap sensasi kenikmatan, akan melepaskan zat, seperti endorfin, yang digunakan untuk memerangi stres. Para peneliti membuktikan bahwa orang yang berada di lingkungan yang beraroma enak dan wangi mempunyai rasa percaya diri yang tinggi.

 Selain untuk pijat, minyak aroma terapi juga bisa dipakai di rumah. Anda bisa membelinya di apotek atau toko herbal. Sebaiknya, belilah minyak yang murni. Memang, harganya cenderung lebih mahal. Anda harus hati-hati dengan minyak yang harganya murah karena mungkin telah diencerkan. Simpan dan tutup di tempat yang gelap serta dingin. Jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Beberapa contoh aroma terapi adalah sebagai berikut:
1. Lavender: bersifat sedatif, antidepresan, antiseptik yang biasa digunakan untuk nyeri kepala, dan stres.
2. Rosemary: sebagai stimulan, dan analgesik. Aroma ini digunakan untuk nyeri kepala dan otot. Orang yang memiliki tekanan darah rendah disarankan untuk mandi dengan rosemary. Hal ini diyakini bahwa tanaman wangi merangsang sirkulasi dan berfungsi sebagai tonik.
 Resep ini bahkan telah didokumentasikan. Berikut resepnya: tuangkan empat gelas air mendidih ke dalam panci berisi lima sendok makan daun rosemary. Lalu, tutup dan biarkan selama 30 menit. Infusi strain yang hangat dan menambah air mandi yang hangat. Durasi yang optimal untuk suatu prosedur adalah setengah jam.
3. Peppermint: sebagai dekongestan, antispasmodik, dan stimulan. Aroma ini digunakan untuk mengatasi mual dan kelelahan mental.
4. Eukaliptus: antidepresan.
5. Rose: antidepresan.

  Anda dapat mencampurkan beberapa aroma terapi menjadi satu untuk mendapatkan aroma yang berbeda. Misalnya, Anda dapat mencampurkan aroma peppermint, lavender, serai, dan zaitun untuk pijat kaki. Campuran ini dapat membuat kaki rileks. Campuran minyak ini juga bisa membantu mengatasi kaki dan betis yang lelah, kulit kaki yang kering dan kasar, juga bersifat antiseptik dan antibakteri yang dapat membantu membersihkan kaki.

  Selain itu, Anda juga dapat memasukkan racikan ginger, peppermint, lavender, serai, dan zaitun untuk mengatasi tegang dan gatal, serta dapat pula membersihkan kaki dan menghilangkan jamur. Terakhir, ramuan lavender, adas, jeruk nipis, dan zaitun dapat memberikan sensasi kesegaran yang dapat mengurangi bau tak sedap dan membantu memperlancar peredaran darah.

 Nah, bagaimana? Tertarik untuk mencobanya?

0 Response to "Aroma terapi pengobatan alternatif"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel