Ancaman Osteoporosis Karena Diet Ketat

Diet Ketat, Rawan Osteoporosis!
 Menjadi langsing memang merupakan impian kebanyakan kaum hawa di dunia. Banyak cara yang dilakukan untuk menjadi sosok wanita langsing. Salah satunya dengan berdiet ketat.

 Untuk menurunkan berat badan, memang harus membatasi jumlah kalori yang masuk di dalam tubuh. Metode diet dengan rendah kalori adalah metode yang paling mudah dilakukan oleh siapa saja. Namun, kebanyakan orang ingin memperoleh hasil maksimal dengan waktu yang singkat. Dengan demikian banyak yang memilih cara diet ekstrem untuk menjadikan tubuh langsing. Salah satunya dengan program very low calorie diet.

 Diet ini membatasi jumlah kalori yang masuk di dalam tubuh hingga kurang dari batas normal, yaitu 800 kalori/hari. Pada akhirnya, diet ini hanya akan menyiksa diri sendiri. Karena program mengatur pola makanan sendiri. Oleh karena itu, banyak yang meninggalkan sarapan pagi, makan malam, dan makan siang.

 Diet ini memang akan menurunkan berat badan secara cepat. Namun, diet ini tidak menjamin dapat mempertahankan berat badan yang dicapai, bahkan yang terjadi adalah dapat menyebabkan berbagai macam gangguan kesehatan. Salah satunya adalah osteoporosis atau tulang keropos, seperti yang dibuktikan pada hasil penelitian Saint Louis University.

 Ada beberapa hal yang menyebabkan very low calorie diet dapat menyebabkan osteoporosis. Salah satunya adalah kurangnya pasokan kalsium dan nutrisi-nutrisi lain yang membantu penyerapan kalsium seperrti lemak, protein, dan laktosa dari makanan yang dikonsumsi. Dengan berkurangnya kalsium yang merupakan mineral utama penyusun tulang, tingkat kepadatan tulang pun berkurang sehingga tulang menjadi keropos.

 Selain itu, mengonsumsi kalori dengan jumlah yang jauh lebih kecil dapat menyebabkan terjadinya gangguan pada sistem hormon. Hal ini disebabkan karena jumlah nutrisi yang diperlukan untuk memproduksi hormon tidak mencukupi. Pada wanita, hal ini menyebabkan berkurangnya produksi hormon esterogen di dalam tubuh. Padahal, hormon esterogen dapat membantu penyerapan kalsium yang penting untuk kesehatan tulang dan mencegah penguraian dan pelepasan mineral pada tulang. Akibatnya, tulang pun menjadi keropos.

 Masalah osteoporosis yang terjadi akibat very low calorie diet ini biasa dialami oleh para atlet wanita yang diwajibkan untuk menjaga berat badannya dan menyebabkan meningkatnya risiko cedera akibat patah tulang. Namun, masalah ini juga biasa dialami oleh para penderita gangguan makanan (seperti penderita anoreksia dan bulimia) yang kini banyak diderita wanita muda. So, ladies... beware! Nah, bagi Anda yang melaksanakan diet terlalu ketat, jangan asal-asalan dalam mengatur pola makan. Apalagi melewati makan dan mengabaikan kesehatan tulang Anda demi memperoleh tubuh yang langsing ideal.

 Pilihlah program diet yang sehat untuk mencapai tujuan Anda tersebut dan pastikan kebutuhan nutrisi Anda tetap tercukupi. Agar lebih mudah, Anda dapat memilih meal replacement untuk menggantikan sarapan dan makan malam Anda. Selain kalori makanan Anda tetap terkontrol, keseimbangan nutrisi pun tetap terpenuhi. Jangan lupa, lakukan latihan secara rutin. Penelitian membuktikan bahwa latihan rutin dapat mengurangi risiko terjadinya osteoporosis, namun jangan lakukan latihan secara berlebihan karena dapat meningkatkan produksi hormon-endorphine yang dapat menghambat produksi hormon esterogen.

0 Response to "Ancaman Osteoporosis Karena Diet Ketat"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel