Cara Hebat Menemukan Topik Skripsi by Riky Taufiq

By | January 25, 2021

 CARA HEBAT MENEMUKAN TOPIK SKRIPSI

 Setelah semua persiapan dilakukan, skripsi pun sudah dikontrak.  Langkah nyata pertama kamu adalah mencari topik skripsi.  Topik inilah yang akan menjadi kebijakan yang menentukan dalam judul skripsi.  Topik berbeda dengan judul.  Topik lebih global, sedangkan judul lebih spesifik dan permasalahan permasalahan yang lebih jelas, serta terarah.

bab sebelumnya : cara menyusun judul dan proposal skripsi

  Penentuan topik merupakan tahap yang sangat penting, sekaligus menjadi bagian tersulit dalam pembuatan skripsi.  Topik inilah yang akan menentukan tingkat kesulitan pengerjaan skripsi kamu.   Jika topik pilihannya terlalu sederhana, kemungkinan besar kamu akan terjegal dalam prasidang.  Kamu pun harus dari dari awal.

skripsi

  Malah, jika memilih topik dengan tingkat kesulitan dewa, kamu bisa terseok-seok saat mengerjakannya, lalu tangan tenaga dan putus asa.  Jika kamu memilih topik yang tidak ingin, kamu akan menemukan jalan paling cepat untuk merasa stres. 

 Untuk mendapatkan topik yang bakal bikin kamu senang dan menikmati saat mengerjakannya, coba deh strategi-strategi berikut ini.

Biarkan cinta bicara Widih … ngomong skripsi kok larinya malah ke cinta- cintaan, sih?  Lho, siapa bilang cinta kamu hanya boleh untuk dia yang senyuman berlesung pipinya sanggup meruntuhkan ego kamu?  Cuitt..cuit … Untuk membuat skripsi dengan enjoy sehingga hasilnya optimal, kamu juga membutuhkan cinta.  Cinta adalah sumber energi terbarukan yang luar biasa. 

 Wuihh … Pilihlah topik skripsi yang benar-benar diminati agar semangat kamu dalam mengerjakannya seperti Mrapen api abadi.  Hah ??  Apa tuh ??  Itu cuma perumpamaan doang kok.  Biasanya, api akan padam kalau disiram air.  Nah, kalau api abadi akan berkobar terus.  Coba deh cari di Wikipedia. 

 Kembali lagi ke skripsi.  Mengapa sebaiknya mencari topik skripsi yang kamu sukai?  Mengerjakan skripsi membutuhkan energi yang besar, ketangguhan mental, niat, dan semangat yang Ketertarikan kamu terhadap suatu topik akan memberikan kamu semua efek tersebut.  Kebayang dong bertapa tersiksanya kamu kalau harus berkutat lama dengan sesuatu yang tidak bisa masuk?  Minimal enam bulan, Iho.  membara. 

 Jadi, mulailah bertanya kepada diri sendiri hal apa yang paling menarik perhatian dari bidang ilmu yang sedang kamu dalami.  Dari semua mata kuliah yang pernah diambil, mana yang membuat kamu benar-benar merasa tercerahkan, happy mengikutinya,

bahkan ingin tahu lebih banyak tentang masalah yang dibahas dalam kuliah tersebut.  Tidak ada?  Serius ??  Mungkin kamu harus pindah jurusan atau pindah kampus. 

 Jangan begitu donggg.  Pasti ada kok kalau kamu sanggup menempuh perkuliahan sampai batas untuk mengontrak skripsi.  Coba deh sisihkan sedikit waktu untuk mengukurnya.  Masih langka Sesuatu yang langka selalu menarik perhatian dan mendatangkan penghargaan.

  Banyak mahasiswa membuat skripsi yang topiknya sudah banyak dibahas oleh kakak-kakak angkatan mereka.  Alasan mereka cukup taktis dan bisa dibenarkan, yaitu mencoba dalam mencari referensi.  Namun, pilihan ini memiliki kelemahan. 

 Biasanya, dosen penguji sudah menguasai topik tersebut karena sudah sering diangkat oleh mahasiswa sebagai topik skripsi.  Akibatnya apa?  Kamu akan sangat mudah dilepas dalam sidang.  Belum lagi kalau skripsi kamu tidak sebagus atau tidak selengkap skripsi lain dengan topik sejenis. 

Dosen penguji bisa menjatuhkan kamu dengan telak.  Untuk menghindari risiko seperti ini, kamu sebaiknya memberanikan diri untuk memilih topik yang masih jarang diangkat, atau topik yang benar-benar baru dan unik.  Tapi, jangan modal nekat doang ya.

Pastikan subjek penelitian dan teori-teori pendukung yang dibutuhkan tersedia.  Kalau berhasil membuat skripsi yang berbeda, yakinlah dosen pembimbing dan dosen penguji pasti akan mengapresiasi kerja keras kamu.

  Jika skrisi tersebut dapat dipasarkan, kamu bisa mengubahkanya menjadi buku populer dan menawarkannya kepada penerbit.  Tentu saja setelah lulus.

  Tetap memijak bumi Sebagian besar mahasiswa memiliki semangat yang meletup- letup dan idealisme yang mencakar langit.  Bagus tuh !!  Namun, dalam ranah skripsi, kamu sebaiknya tidak berdamai dengan diri sendiri.

  Topik yang terlalu rumit atau sulit karena idealisme yang sangat tinggi dapat menjadi hambatan serius.  Misalnya, kamu ingin menciptakan teori baru.  Duh, berat bro !!  Kamu memang harus berupaya sebaik mungkin untuk menghasilkan sobat yang berkualitas, tapi tetap harus memijak bumi.

  Sesuaikan saja dengan kualifikasi yang datang pada jenjang S1.  Jika ingin menyusun tugas akhir seperti itu, kamu bisa melakukan tesis atau desertasi.  Nah, setelah memahami beberapa strategi cerdas untuk menemukan topik yang oke sehingga Anda bisa mengerjakannya dengan senang dan memberikan hasil yang optimal, langkah selanjutnya

adalah mengetahui cara mencari ide untuk dijadikan topik.  Yuk dicek !!  Perpustakaan adalah gudang inspirasi Mulailah untuk mengunjungi perpustakaan.

  Bongkar literartur yang ada di sana.  Kamu bisa memulai dari membaca buku-buku yang masuk.  Siapa tahu, kamu bisa mendapatkan ide untuk menentukan topik.  Kamu juga bisa membaca skripsi para senior. 

 Pikiran kamu akan jauh lebih terbuka untuk menemukan topik skripsi.  Kamu menemukan cara pandang baru atas masalah lama.  Lapak buku lama juga gudang inspirasi Tempat-tempat yang menjual buku, majalah, jurnal, atau surat kabar lama juga bisa menjadi tempat yang baik untuk menemukan topik skripsi.

  Referensi kuno seperti ini sering memuat informasi penting yang mampu mematik ide cemerlang di kepala kamu.  Diskusi dengan senior Semasa kuliah, kamu pasti punya senior kuliah yang akrab.

  Nah, mereka sudah melewati proses pembuatan skripsi dengan segala seluk-beluknya, bukan?  Coba deh bersilaturahmi, meminta saran, dan berdiskusi.  Mereka pasti membantu.  Siapa tahu, kamu tercerahkan sehingga mendapatkan ide topik skripsi yang bagus.

Minta bantuan dosen pembimbing Saat mencari topik skripsi, kamu memang belum sampai pada tahap mengajukan judul ke dosen pembimbing.

  Namun, bukan berarti kamu tidak boleh diatur dengan mereka.  Dosen pembimbing merupakan sosok terbaik untuk memberikan nasihat dan saran tentang skripsi, bahkan sejak kamu baru mulai mencari topik.

  Dosen pembimbing kamu pasti sangat menguasai ilmu perskripsian ini.  Ilmunya sebagai seorang pengajar juga pasti sangat luas.  Cara pandangnya terhadap suatu subjek penelitian yang berbeda dengan kamu. 

 Kamu mungkin menganggap satu topik tidak layak untuk diangkat menjadi skripsi, tapi beliau berpandangan bahwa topik tersebut sangat 8 menarik.  Jika kamu belum memiliki gambaran sama sekali tentang topik yang akan diambil, Bapak dan Ibu dosen pasti bisa memberikan beberapa alternatif.

  Tugas kamu akan menjadi lebih ringan.  Jadi, jangan ragu, segan, apalagi takut untuk meminta bantuan dosen pembimbing.  Mereka adalah guru akademik kamu selama di kampus.  Mereka akan membantu kamu untuk mendapatkan hasil yang memuaskan.  Terkadang, suatu peristiwa topik skripsi bisa muncul tiba-tiba di kepala setelah kamu melihat peristiwa peristiwa.

  Perilaku orang di mall, kemacetan lalu lintas, fenomena anak jalanan, kejayaan kuliner tradisional, dan sebagainya.  Hal tersebut bisa saja mencetuskan ide mengenai topik skripsi, tergantung pada jurusan kamu.  Untuk mendapatkan topik semacam ini, kamu harus rajin peering lingkungan dan masalah berbagai fenomena di dalamnya.

berterimakasih kepada yang berbagi ilmu dan pengalaman ini ke buku :

Buku enjoy menyusun skripsi karya riky taufik afif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *