Cara Menyusun Judul Dan Proposal Skripsi By Riky Taufik

By | January 21, 2021

CARA KEREN MENYUSUN JUDUL DAN PROPOSAL SKRIPSI 

 Kamu pernah membuat kue yang benar-benar disukai? Kamu pasti semangat, bukan? Skripsi juga seperti itu.  Pertama, tentukan judulnya, ajukan ke tata usaha jurusan atau program studi agar dibuatkan SK (surat keputusan) atas judul pilihan kamu. Sebelumnya, dibahas cara-cara elegan untuk menentukan judul skripsi.  Kenapa hal itu perlu dibahas? Karena ada saja mahasiswa yang dipusingkan dengan urusan mencari judul.

proposal-skripsi

   Mencari judul saja kok repot. Kenyataan sih begitu, teman. Mungkin karena membuat judul skripsi tidak seperti membuat judul lagu. Judul skripsi perlu variabel bebas dan variabel yang terikat. Ya, kalau tulisan ilmiah diberi judul yang tidak ilmiah ‘kan aneh? Variabel bebas adalah instrumen awal dan variabel yang terikat adalah tujuan atau objek suatu penelitian. Variabel bebas bisa terdiri atas satu atau dua variabel sekaligus, variabel terdiri dari biasanya tunggal.

  Nah, mulai agak bingung? Yaa … kalau belum mengerjakan skripsi, wajarlah;  tapi lihat tuh yang sedang mengerjakan skripsi, pasti bakal mengangguk-angguk mendengarnya.  Tenang saja.  Pada waktunya nanti, kamu akan mengerti dengan sangat gamblang.  Saya tidak akan menjelaskan dengan rinci karena teknik karya ilmiah setiap kampus yang berbeda-beda.  Jadi, kalau saya jelaskan menurut teknik yang pernah saya gunakan, pasti tidak mungkin bisa diterapkan buat kamu.

  Hal yang ingin saya coba jelaskan adalah cara menyusun judul, mengajukannya, dan menyusun proposal skripsi dengan judul tersebut.  Nah, biasanya, strategi di ranah ini sama untuk semua kampus.  Jadi, tidak membahas metode menulis, ya, bro.  Untuk hal itu, kamu bisa buka buku panduan karya ilmiah di kampus, oke?  Persiapan menyusun judul sudah mulai dibahas dalam bab sebelumnya.  Kamu tinggal melakukan atau menambahkannya dengan bumbu-bumbu yang sesuai dengan kreativitas.

  Nah, bab ini akan membahasnya lebih dalam.  Bagaimana cara melakukannya dengan keren sampai menjadi proposal skripsi.  Kiat-kiat berikut melengkapi panduan dalam bab sebelumnya.  Kalau kamu punya bumbu tambahan yang akan membuat cara-cara ini menjadi lebih yahud, kenapa tidak ?! Dalam proses mengajukan judul Pastikan kamu dalam judul itu dan memahami jenis apa yang akan dijalani dengan judul itu. 

 Kalau sudah suka, “gunung kan kudaki, lautan kan kuseberangi, masalah ‘kan kuatasi”.  Nah, masalah dan hambatan apa pun yang kamu temui dalam perjalanan, pasti bisa dicari solusinya.  Ada dua jenis penelitian, yaitu kualitatif dan kuantitatif.  Pilih metode yang kamu pahami dan kuasai.  Penelitian kuantitatif menghitung data berbasis yang akan diolah dengan metode statistik, sedangkan penelitian kualitatif menggunakan data berbasis kualitas yang diolah secara deskriptif.

  Kalau kamu suka bercerita, memaparkan kemungkinan metode kualitatif akan cocok.  Dengan gamblang, Sebelum mengajukan judul, bayangkan dulu alur penelitian yang akan kamu jalani.  Mulai dari perencanaan, persiapan hal-hal yang diperlukan, pelaksanaan, dan cara penelitian itu dalam skripsi.  Jika masih menemui kebuntuan, coba telaah lagi judul itu, boleh juga cari judul, atau metode lain.  penyusunan laporan Ada pepatah orang-orang tua zaman dahulu “sebelum pergi, tiba dulu”.

  Artinya, sebelum memulai perjalanan apa pun, pikiran kita sudah tiba terlebih dahulu di tempat tujuan sebelum raga.  Bayangkan Pikiran kita berjalan maju dan sampai di tempat tujuan.  Begitu juga dengan skripsi kamu, sob.  Bayangkan alur penelitian setahap demi setahap sampai kamu menginjak tahap terakhirnya.  Nah, kalau teknologi kamu remang-remang, apalagi buntu, informasi judul dan metode lain yang bisa kamu bayangkan alurnya.

  Terkadang, ada semacam gengsi pada mahasiswa untuk mengkaji masalah yang sudah umum.  Kalau minat kamu memang di situ, ambil saja topik itu, sob.  Kamu hanya perlu mengembangkan penelitian itu dengan mengubah instrumen dan tujuan penelitiannya, dan tentu saja judulnya.  Gunakan hanya Bahasa Indonesia yang baku.  Simpan dulu bahasa kamus alay yang nongkrong di akun media sosial dan handphone kamu.  Biasa rangkailah kalimat judul semenarik mungkin.

  Judul yang menarik akan membantu meyakinkan kalau skripsi kamu itu bagus.  

• Jangan tergoda untuk mengambil jalan pintas dengan judul skripsi orang lain.  Peniruan membuat skripsi kamu bias.  Meniru judul skripsi orang lain berarti memaksakan diri untuk berpikir dengan pola pikir orang tersebut.  Buatlah judul yang mencerminkan masalah dengan gamblang.  Dengan demikian, dosen pembimbing akan dapat memahami arah skripsi kamu.  Ini bukan novel, sis, jadi jangan bikin judul yang misterius, ya?  

• Biasanya, mahasiswa diberi waktu satu semester untuk menyelesaikan skripsi.  Jadi, segera buat rencana pembangunan yang mau kamu capai setiap bulannya.  Misalnya, bulan ini harus beres apa, bulan depan selesai apa, bulan ketiga mau apa, dan seterunya.

  Langkah ini penting banget, sob, asli.  Ingat kata pepatah, “Gagal merencanakan berarti merencanakan kegagalan.”  Usahakan penelitian kamu beres sebelum semester akhir, sob.  Tiga atau empat bulan saja bisa kok asal tidak banyak waktu yang terbuang.  Caranya?  Dengan rencana dan persiapan yang matang dong … Betul, nggak?  Mahasiswa tingkat akhir dituntut terampil waktu.

  Oleh karena itu, mereka biasanya hanya mengontrak skripsi dalam satu semester.  Kalau ada mata kuliah lain, biasanya “hanya” praktik lapangan.  Nah, karena sudah tidak mengontrak banyak mata kuliah, mereka diharapkan lebih mudah disediakan dan waktu.  Manajemen kampus juga tahu kok penyusunan bahwa skripsi menguras banyak waktu. Untuk merencanakan waktu menyusun skripsi dengan efisien, kamu harus melihat “isinya”.  Pada umunya, skripsi menjadi lima bab, meliputi:

 BAB I: Pendahuluan.  Tentang alasan kamu memilih judul, penjabaran alasan pemilihan judul dan penelitian. 

 BAB II: Landasan Teori.  Bab inilah tempat menumpahkan hasil dari membaca kumpulan buku dan segudang teori yang mendukung judul dan maksud penelitian kamu.  Teori Landasan yang digunakan harus cocok dengan judul.  Dari mana teori-teori itu di dapatkan?  Yaa … dari buku dong!  Baca, pikir, tulis, baca lagi. 

 BAB IlI: Metode.  Metode atau kualitatif kuantitatif?  Tentu harus sesuai dengan minat dan judul;  Apakah lebih cocok digarap dengan metode kualitatif atau kuantitatif. 

 BAB IV: Hasil dan Pembahasan.  Ini “dagingnya” skripsi.  Bagian ini sering disebut sebagai inti sebuah skripsi.  Isinya adalah hasil dari seluruh proses penelitian kamu.  Tuangkan semua kreativitas kamu di sini, tapi jangan kebablasan karena bisa jadi hal itu yang membuat kamu kena “bantai” di sidang nanti.  Ha ha ha.

 BAB V: Kesimpulan dan Saran.  Di sini, kamu memberikan butir-butir penting yang dibawa dan ikhtisarnya.  Jumlah halaman bab ini memang paling sedikit.  Kalau namanya benar, ya nggak usah panjang-panjang, bro!

  Saran yang dimaksud adalah hak milik yang dapat dilakukan untuk memperbaiki, melengkapi, atau mengembangkan hasil penelitian kamu;  sama seperti wasiat, tapi tidak mengikat.  kan cuma saran.  intisari skripsimu;  Hanya Di setiap perguruan tinggi, setiap bab bisa berbeda-beda.

  Namun proposal skripsi pada umumnya terdiri atas BAB I dan BAB III.  Bab yang lain dibuat sambil melakukan penelitian.  Nah, semoga informasi di atas memberi kamu inspirasi dalam langkah-langkah menuju penentuan judul dan penyusunan proposal skripsi.  Sekarang, segala keputusan ada ditangan kamu.  Kiat mana yang ingin kamu coba, dan mana yang tidak.  Pokoknya, jangan sampai urusan judul dan proposal bikin kamu pusing pusing.

  Dulu, dosen saya mengatakan bahwa proposal skripsi sama dengan 70% bagian skripsi.  Betul juga sih, karena tinggal dilengkapi landasan teori plus hasil penelitian.  Kalau proposal selesai, tinggal beberapa langkah lagi, skripsi kamu pun akan selesai.  Nggak nyangka bakal segampang itu, ‘kan? Sedikit cerita Dulu, ketika saya mulai mengontrak skripsi bersama semua berjalan mulus.  Mulai seorang teman, mengajukan judul, bimbingan, sampai proposal bersama-sama.  Rasanya, tekad untuk lulus tepat waktu sudah berakar di dada kami.

  Sayang, teman saya malah mengalami sebaliknya.  Saya berhasil lulus tepat waktu, sedangkan teman saya, bahkan sampai saya menulis buku ini, belum juga mengikuti sidang skripsi.  Sedih, karena dia sebenarnya mahasiswa yang rajin.  Kalau saya pikir lagi, kesalahan utama ada pada langkah awalnya.  Dia memilih judul penelitian yang kurang disukai dan cenderung ikut-ikutan saja.  Seperti sudah saya katakan, sesuatu yang dikerjakan tanpa rasa suka akan terasa berat takala bertemu dengan kesulitan. 

 Jangan cuma ikut-ikutan sewaktu memilih judul skripsi.  Temanmu saja tidak ikut- ikutan kamu, kok.  Pilih judul skripsimu sendiri, oke?  Kita memang perlu teman, tapi tidak berarti ikut-ikutan.  Toh pada akhirnya, kamu sendiri yang akan menjalaninya, bukan orang lain.  Selalu percaya diri sendiri, yakinlah bahwa kamu mampu seperti teman-teman yang juga percaya diri mereka sendiri bahwa mereka mampu.

 Tetap tenang, jalani tahap demi tahap tanpa pelepasan dan pelepasan bermalas-malasan, maka kamu akan menemukan kenyamanan dalam menyusun skripsi.  Skripsi itu masterpiece kamu, sis.  Sungguh, skripsi itu karya besar yang akan kamu kenang hidup, bahkan akan diceritakan anak-anak kamu nantinya.

bab selanjutnya:cara-hebat-menemukan-topik-skripsi

berterimakasih kepada yang berbagi ilmu dan pengalaman ini ke buku :

Buku enjoy menyusun skripsi karya riky taufik afif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *