3 Langkah Menyusun Rencana Menikah Bujet Minim

By | May 18, 2021

3 Langkah Menyusun Rencana dan Membuat Anggaran Dana Menikah dengan Bujet Minim 

1. Kenali 5 poin pengeluaran saat resepsi pernikahan

Yang pertama sih, kamu mesti kenali 5 poin pengeluaran terbesar dalam perencanaan pernikahan

Cincin-nikah

 Dana menikah yang akan kamu siapkan nanti, paling besar akan dikenakan untuk menutup biaya-biaya berikut ini:

 Katering

 Jelas, pos ini adalah yang terbesar di antara semuanya.  Banyak hal yang bisa memengaruhi besaran biaya katering, di antaranya: 

• Vendor katering.

  Kalau yang sudah punya nama dan terkenal biasanya akan lebih mahal makanan vendor yang baru mulai, misalnya.

  Jadi, barangkali untuk memangkas bujet katering di anggaran dana menikah kamu, coba deh pilih vendor yang belum terlalu terkenal, yang penting masakannya enak.

• Jenis menu. 

 Biasanya ada beberapa paket menu yang ditawarkan, mulai dari yang paling sederhana dengan biaya paling murah, sampai menu lengkap dengan biaya yang lebih mahal. 

 Dalam memilih menu ini, kamu mesti pinter mengutak-atik.  Kadang ada menu yang boleh ditukar- tukar, jadi coba deh diulik, dan disesuaikan dengan jumlah undangannya.

 • Jumlah undangan. 

 Banyak sedikit anggaran untuk katering memang akan tergantung pada jumlah porsi makanan yang harus disediakan.  

 Jadi, kalau pengin private party, yang diundang enggak terlalu banyak, mungkin kamu bisa pilih menu yang agak lebih lengkap. Demikian pula sebaliknya. 

Ingat ya, bahwa besaran biaya katering ini harus dihitung jumlah undangan kali 2, dan jangan lupa juga keluarga dan kru (misalnya ada EO). 

 Jangan ragu untuk mengurangi jumlah undangan deh, kalau perlu, jika bujet terasa sangat memberatkan di bagian ini. 

 Sewa gedung 

 Harga sewa hotel ballroom untuk acara resepsi pernikahan sekarang bisa menembus angka puluhan hingga ratusan juta.  

 Kalau memang enggak masuk ke bujet, mendingan hindari saja pesta pernikahan di hotel. 

 Ingat kemampuan diri sendiri dalam persiapkan dana menikah ya.

Masih banyak alternatif lain.  Misalnya gedung pertemuan di dekat rumah, atau mungkin di restoran aja. 

 Saya menjatuhkan pilihan untuk mengadakan resepsi pernikahan di restoran yang cukup eksklusif.

  Karena sudah memilih menu yang ada di restoran itu sebagai hidangannya, kita jadi dibebaskan biaya sewa gedung.

  Cukup dana menikah secara keseluruhan deh, jadinya.  Salah seorang teman menikah di balai RW yang bisa menampung 300 orang. 

 Balai RW-nya bisa dibilang gratis, hanya perlu nyumbang saja ke jam kas RW.  

 Dengan pengaturan undangan, ditambah dengan tenda sewaan dan kursi, dia bisa mengundang 750 orang, karena halaman balai RW cukup luas.

Kalau mau meminimkan bujet di poin sewa gedung, bikin pesta di rumah sendiri juga enggak masalah kan, kalau memang kondisinya memungkinkan.

  Baju 

 Untuk menyelamatkan dana menikah, saya memutuskan untuk sewa baju pengantin saja, alih-alih beli. Begitu juga dengan pasangan. 

 Pertimbangannya ya, karena baju pengantin itu enggak akan mungkin untuk dipakai lagi kan?  Mau dipakai ke mana memangnya, baju pengantin gitu?  Dipakai jalan-jalan ke mal juga enggak bisa.

  Mau sebagai kenang-kenangan?  Kan nanti sudah ada foto dan juga video.  Juga ada cincin lo!  Itu jauh lebih mengikatlah ketimbang baju.

Jadi, baju untuk pemberkatan dan resepsi sewa aja.  Nah, ada baju yang harus dipakai untuk acara di rumah.

  Akalin saja, pakai kebaya yang sudah lama tapi diperbarui.  Hanya ditambah bordir di daerah kerah, dan ujung bawah.

  Pasangan juga mengenakan kemeja batik saja sudah cukup.  Hanya tambah beberapa ratus ribu aja, sudah bisa tampil maksimal.  

 Total hanya perlu 2 macam baju.  Yang satu sewa, yang satu hanya tambah bordir (dan masih ada sampai sekarang, tapi tetep enggak dipakai juga). 

 Dokumentasi 

 Dokumentasi ini biasanya berupa foto dan video.  Kalau ada teman yang hobi forografi, bisa lo dimintai tolong. 

 Selain pasti lebih murah, kita juga bisa membantu temen untuk menekuni hobinya, Ya kan? Begitu juga dengan videonya. 

 Undangan dan suvenir

 Satu hal yang harus diingat nih untuk bisa memberikan dana menikah di poin ini. 

 Yaitu, setelah hari H terlewati, itu undangan akan berakhir di tempat sampah.  Duh, kok sedih.  Tapi ya itu fakta.  Nggak usah baper.

  Setelah undangan tersebar, orang-orang sudah datang, setiap undangan akan dibuang.

  Jadi, mendingan, kamu buat undangan yang simpel aja, yang enggak bikin hati nyesek liatnya di tempat sampah.

 Begitu juga dengan suvenir. Kadang-kadang memang ada sih yang memberi suvenir yang nampaknya wah tapi hanya bisa difungsikan sebagai hiasan saja.  

 Akan lebih baik, jika kamu menilai sesuatu yang bisa digunakan atau dipakai oleh penerima suvenirnya. 

 Dengan begitu, bujet yang dikeluarkan jadi enggak terlalu terasa sia-sia, Beneran deh.  

Nah, itu dia 5 poin terbesar di acara pernikahan. Jadi, sebelum mulai menyusun bujet, ada baiknya kamu survei dulu.  Cari info dan brosur sebanyak-banyaknya.  

2. Tentukan bujet

 Kalau sudah tahu kebutuhan apa saja untuk merencanakan acara pernikahan, maka tahap berikutnya adalah menyusun bujetnya. 

 Saran aja sih, jangan ragu untuk menurunkan bujet jika memang kita enggak mampu. 

 Memang gengsi, tradisi, pride, endebre endebre akan sangat berperan di salah satu tonggak hidup kita ini.

  Tapi percayalah, bahwa hidup setelah menikah itu akan lebih panjang, dan lebih butuh untuk dipikirkan masak-masak hanya satu-dua hari dalam hidup kita itu.  

 Rasanya semua yang dipikirin pas merencanakan dana menikah itu kayak enggak ada apa-apanya, begitu nanti mikirin dana pendidikan, KPR, dan dana pensiun tuh.  Beneran!.

  Jadi, hemat energi kamu deh.  Saran saja nih.

3. Buat rekening khusus untuk dana menikah 

 Jangan pernah utang untuk dana menikah.

  Dilarang keras “Titik.” Enggak ada tapi-tapi. 

 Sekali lagi, mendingan turunkan bujet ketimbang mesti utang.

Rekening khusus untuk menyimpan segala macam bonus atau uang kaget yang didapat dari kerjaan.

  Sebagai karyawan, saya menerima THR, bonus tengah tahun, dan bonus akhir tahun.

  Jumlahnya setidaknya sama dengan 1 kali gaji.  Lumayan kan, dikumpulkan di rekening terpisah, yang kemudian diinvestasikan.

  Misalnya, taruh di Reksa Dana Campuran, dengan jangka waktu 3 tahun untuk menyiapkannya.

  Misal, sebagai lajang, kita dan pasangan sudah punya dana darurat sebesar Rp10.000.000, ini bisa dipakai untuk tabungan awal. 

 Lalu dengan setoran Rp1.500.000 setiap bulan (misalnya masing-masing wajib menabung Rp750.000 saja), maka dalam waktu 3 tahun seharusnya sudah terkumpul dana menikah sebesar Rp81.763.000.

Lumayan ya?  He sudah enggak perlu sampai melibatkan orang tua tuh untuk mempersiapkan dana menikah.  

 Yah, meskipun mereka memang mau support, anggap saja sebagai suntikan dana tambahan. 

 Dana segitu sudah cukup untuk menyiapkan pernikahan sederhana.  

 Faktanya, saya “hanya” menghabiskan Rp85 juta saja untuk membuat acara resepsi pernikahan sederhana, dengan mengundang 300 orang. 

 Yang penting selalu ingat, bahwa hidup setelah pernikahannya yang justru lebih penting!

  Nah, kalau sudah punya perencanaan yang matang, maka nggak usah terlalu mikirin apa kata orang kalau enggak terlalu prinsipil. 

 Misalnya, “Kok acaranya enggak di hotel mewah, padahal di kantor sudah menajer?”

Ya sudah, biarkan sajalah.  Pendapat- pendapat seperti itu enggak penting.  Kecuali yang nanya mau menawarkan diri untuk mengatur ongkos sewa ballroom hotel untuk resepsi kita sih. 

 Kalau kayak gitu, ya perlu mencoba tuh.  Jadi jangan galau dan bingung lagi ya.

  Ajak pasangan untuk bersama-sama menyusun bujet untuk persiapan dana menikah ini.

  Nanti, ke depannya akan banyak momen dan waktu ngobrol berdua juga sama pasangan soal keuangan bersama lo!  Jadi, ada yang dimulai dari sini.

Terimakasih kepada carolina ratri yang sudah berbagi pengalaman nya dan sudah di tulis di buku berjudul ceklis persiapan pernikahan, kami bantu untuk berbagi informasinya supaya lebih luas lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *